Rabu, 1 September 2010

moderation ketika ramadhan

Watikah hari ini adalah...

Adakah aku sedang terkesima?  Oh tidak sama sekali.  No, no, no, no...  Terkesima sebab aku dah terbengang buat entah ke berapa kalinya hari ni.  Nak meletus-letus.  Sedangkan bila aku drive tadi berganding dengan entah berapa kereta yang decided to merentan hari, I had to tell and remind myself, "Sabar, Nadia.  Sabar..." 

Bengkak kepala aku.  Macam mana? 

Bila berpuasa ni, sedangkan makanan pun kita kena pandai ration.  Ni kan pula barangan untuk beraya dengan curtain baru segala.  Bukan ke puasa tu untuk kita belajar maintain moderation?

I tell you.  I was trained to only buy apa yang you teringin, for your own consumption sekiranya you see something that you like untuk berbuka.  Kiranya if you think you can only jamah singgit, beli je la singgit.  Sebab in the end, dengan banyaknya mekanan lain tu, tak berabis pun apa yang you beli tu.  Dia cuma akan habis bila you beli untuk diri sendiri je.  Satu macam atau dua.  Percayalah.

Kita tak harus tamak.  Kita tak harus membazir.  Kalau nak tamak pun, tamaklah dengan beramal.  Tamaklah dengan amalan di bulan Ramadhan. 

Memang fitrah manusia.  We will kenkadang teringin apa yang kita tak ada.  Maybe I'm just packed with practicality.  Just the same recently whilst watching a series, they said that you can either have happiness OR truth - you can't have both at the same time; yang mana I am so always vying for truth.  So I'm beating myself much harder at this because...  Walau pun kita ada kuasa, kita tak boleh menyalahgunakan kuasa.  As simple as the term - I can't make you love me.  We kenot la bagi enforcement to get what we want.


Taken off the web.  Thanks [HERE]
Tamak tak kucing ni?  Uih.  Ko pikir apa?

Sedihlah.  I'm just disappointed.  You can say what you want to say.  Yang pasti aku kecewa.


Tiada ulasan:

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails